Jumat, 25 Desember 2015

Memori bersama Khugy



Go to Bandung With Khugy

Waktu terus berjalan hingga setiap detiknya selalu terjadi perubahan. Seperti hari ini, waktu kembali menyatukan kita untuk mengukir sebuah kenangan di kisah kita, Khugy. Kurang lebih pukul 08.00 WIB kita berangkat dengan kendaraan umum. Roda empat ini melaju melewati setiap tatanan jalan dan membawa kita pada satu tujuan yaitu Bandung. Tidak mudah untuk kita melakukan perjalanan walau usia kita sudah berkepala dua. Izin orang tua tak semudah untuk kita dapatkan, tetapi tangan Allah selalu indah mengatur cerita persahabatan kita. Impian kita untuk pergi ke Bandung bersama-sama ternyata terwujud dengan adanya ajakan dari dosen kita tercinta.  
Sehari setelah sampainya kita di kota Bandung. Kita diajak untuk menelusuri UPI yang di mulai dari taman, gedung pasca, dan perpustakaan. Namun, haruskah kita tertawa karena kita tersesat di Bandung? Oh ayolah, mari kita nikmati walau kita terlantar di trotoar. Kita tertawa, kita bahagia, dan jangan lupakan saat mulut kita ini tanpa sengaja merutuki sopir angkot yang begitu menyeramkan. Baiklah, mari kita akui bahwa ini terjadi karena kita tidak terbiasa pergi sendirian ke luar kota, bukankah biasanya kita tinggal duduk di dalam mobil dan mengkuti langkah kaki keluarga kita. Namun, sekali lagi. Ini juga kebahagiaan kita, apapun cerita suka dan duka nikmatilah karena ini bagian dari kehidupan kita. Kita berjalan beiringan untuk memasuki BEC, BIP, Hypermart, Gramedia, Matahari, Pasar Baru, dan jangan lupakan saat kita ditipu dengan tidak segan-segan oleh sopir menyeramkan itu. Namun, Allah selalu berada di samping kita. Di satu sisi kita ditipu sopir angkot saat menuju, tetapi saat pulang kita dibantu oleh sopir yang lainnya. Bukankah itu sebuah kenikmatan yang harus kita syukuri dalam setiap langkah kaki kita?
Hari terakhir di kota Bandung begitu mengharukan, seolah baru datang, kini kita harus pulang kembali. Menunggu waktu pulang, kita mengisi waktu dengan bersih-bersih rumah (alm) Abah, kita bermain lima dasar dan coret-coret muka seperti orang gila menggunakan bedak tabur, jalan kaki untuk menemui dosen kita, dan berdebat kendaraan untuk kita pulang. Terima kasih khugy, kalian mewujudkan salah satu impian masa kecilku untuk naik kereta api. Sungguh, perjalanan kita kali ini begitu membekas di hatiku. Khugy, aku menyayangi kalian, sangat. Ingatlah setiap tawa, air mata, dan harapan yang kita simpan saat menikmati kota Bandung.


Sabtu, 04 Juli 2015



VISUALISASI
Mungkin kita tidak asing dengan istilah visualisasi? Yap, visualisasi adalah pengungkapan suatu gagasan atau perasaan dengan menggunakan bentuk gambar dan tulisan. Visualisasi dapat kita gunakan untuk mengatasi berbagai masalah perasaan seperti cemas, tegang, marah, dan lain-lain. So, mari kita belajar visualiasi dengan menggunakan otak kanan sebagai cara mengatasi atau meredakan persamasalahan perasaan tersebut.

Visualisasi untuk meredakan tak bisa tidur
Tak bisa tidur merupakan hal yang tidak kita inginkan, bukan? Saat kita merasa tak bisa tidur, kita dapat mencoba dengan membanyangkan tertidur di ruang impian: otak kanan secara tak sadar membayangkan gambaran menenangkan saat kita mulai tertidur, tetapi sayangnya dengan kita memikirkan semua yang harus dikerjakan. Itu membuat otak kiri kita terus bekerja, mencegah otak kanan melakukan pekerjaannya. Maka dari itu , mari membayangkan: sinar bulan berdansa di dinding. Sinar berkilau, menerangi secara lemut warna-warna favorit kita sambil memenuhi ruang. Rasakan bagaimana tubuh kita larut ke dalam seprai, otot-otot rileks dan tampaknya kita dan ranjang hampir menyatu.

Visualisasi untuk meredakan cemas 
 
Saat rasa cemas menghampiri diri kita. Kita dapat mencoba meredakannya dengan membayangkan gemericik air sungai: rasa cemas membuat kita beralih ke dalam situasi lari atau lawan dan membuat kita stres. Pemandangan rileks dan suara air dapat menenangkan gelombang otak. Saat rasa cemas melanda kita juga dapat  membayangkan: aliran sungai tenang, ajakan lembut untuk melepaskan. Rasakanlah bahwa diri kita tengah melepaskan kerisauan dan masalah-masalah dengan menjatuhkannya satu per satu ke dalam air. Amati setiap kerisauan dan masalah-masalah tersebut mengapung di atas aliran sungai  dan lihat pikiran kita menjadi lebih tenang dan lebih jernih.


Visualisasi untuk meredakan tegang
 
Dalam menghadapi suatu hal yang baru atau lelah dengan rutinitas kita sehari-hari. Itu semua dapat memicu ketegangan dalam diri kita. Saat rasa tegang menghampiri, kita dapat mencobanya dengan membayangkan hangatnya sinar matahari: membayangkan kehangatan dapat mengendurkan dan merilekskan otak. Setelah itu kita dapat mencoba juga dengan membayangkan: pancaran kehangatan dan kenyamanan. Rasakan sinar matahari mengalir turun ke kepala, leher, dan bahu. Rasakan bahwa badan kita mulai melepaskan ketegangan di saat sinar keemasan dan menyenangkan penetrasi otot-otot  kita, mengurai otot kaku dan meredakan sakit.


Visualisasi untuk meredakan marah
Marah adalah rasa yang tidak kita inginkan sama sekali karena ketika marah, nafas kita menjadi pendek, di mana ini dapat mengurangi oksigen dan membuat kita bahkan lebih tegang lagi. Saat itu terjadi kita dapat mencoba dengan membayangkan: air biru laut yang segar. Rasakan oleh tubuh kita rileks ketika keheningan menerpa dari kepala sampai kaki. Lihat nafas kita bergerak bersama ombak, menghampas pantai dan surut lagi ke laut. Terus dan terus begitu. Rasakan pikiran kita yang jernih ketika bunyi ombak yang memecah pantai mengisi telinga kita.

Catatan!
Membayangkan atau memvisualisasi diri tidaklah mudah, tetapi di saat kita mau belajar. Visualisasi itu dapat membantu kita dalam mengoptimalkan mental otak kanan kita. Maka itu, mari kita belajar bervisualisasi :)

Daftar pustaka
Olivia, F. 2009. Visual Thinking. Jakarta: Elex Media Komputindo.